Grup musik metal asal Kota Kembang, Beside, melangsungkan konser peluncuran album perdana mereka berjudul Against Ourselves di Gedung Asia Africa Cultural Center (AACC), Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, 9 Februari 2008 lalu. Sekitar 500 remaja menyesaki ruang utama.
Dimulai pukul 19.00 WIB, suasana pengap dan panas ruangan tidak menyurutkan ratusan remaja malam mingguan sembari bergoyang menikmati sajian musik keras sang pujaan. Asap rokok dan aroma minuman keras memenuhi ruangan.
Mereka headbang, moshing, hingga slam dance, menari dengan gaya berkelahi. Dilansir dari Koran Tempo berjudul 'Sabtu Malam Itu di Jalan Braga' edisi 12 Februari 2008, dua gadis bersaudara berusaha menikmati musik di tengah ratusan penonton.
"Banyak yang mabuk. Ruangan terasa sangat panas dan pengap," kata Sisca (17) yang malam itu bersama adiknya, Novi (15).
Lewat dua lagu. Tampak mereka saling berbagi minuman, termasuk vokalid Beside, Agung. "Hanya bir," begitu pengakuan rekan sesama pemain Beside.
Suasana makin menggila. Berbagai hal tak terduga dilempar ke udara. "Ada yang melempar cai ompol (air kencing) dalam plastik. Saya kena," ujar bocah 11 tahun, sebut saja Boris.
15 menit sebelum konser usai, panitia konser membagi-bagikan minuman. Masuk pukul 20.30 WIB, mendadak ratusan remaja menjebol pintu jeruji besi Gedung AACC. Mereka gerombolan yang tidak kebagian tiket dan kemudian tersulut seseorang yang memaksa panitia membuka akses masuk.
Alhasil, suasana dalam gedung makin kacau. Tragedi dimulai sejalan dengan konser usai, kepanikan terjadi saat para penonton membubarkan diri.
sumber:https://id.berita.yahoo.com/
0 Komentar